Cari blog ini

Thursday, 9 June 2016

MENUJU SURGA

WILU JEUNG SUMPING






JIKA Anda benar-benar menikah karena Allah, pernikahan akan menuntun Anda dan pasangan menuju surga bersama.
Yang akan menuntun surga tentu jika Anda dan pasangan menjalankan syariat-syariat agama seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Seperti yang pernah dikatakan, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku”
Oleh karena itu, berikut penjelasan dari Direktur Umum Badan Amal Zakat Nasional, Kiagus Mohammad Thori mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri jika ingin memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.
Kepada suami, perlakukan istri sebaik-baiknya. Nabi Muhammad SAW memanggil istrinya Siti Aisyah dengan Humaira yang berarti merah merekah seperti mawar merah. "Dengan begini istri akan lebih responsif dan komunikasi antar pasutri semakin lancar. Nabi juga tak segan untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti menjahit, mencuci piring atau membersihkan rumah untuk meringankan pekerjaan istri," ungkap Kiagus, di Jakarta, belum lama ini.
Kepada istri, jagalah salat selama lima waktu, jalankan puasa Ramadan dan patuh serta mengetahui hak-hak suami. Niscaya istri akan dipersilahkan masuk surga Allah dari pintu mana pun.
AMIIIIN

Wednesday, 24 July 2013

JUAL TELUR ITIK MOJOSARI

Kami peternak itik mojosari yang berada didaerah yang sangat jauh dari spesies aslinya.
Domisili kami berada di ujung pulau Jawa bagian Kulon, tepatnya berada didaerah Cibaliung. Sejak awal 2012 kami mulai merintis usaha ini dan sudah menghasilkan atau sudah produksi.


Umur 1 Minggu


 Sudah Siap Telur


 Kami Menawarkan telur Itik Mojosari dengan harga terjangkau.

Harga : Rp.1.500/butir masih bisa nego jika sudah berlangganan.

Kami juga menawarkan kerjasama dibidang peternakan itik mojosari ini,karena usaha dibidang peternakan ini sangat menjanjikan.
Mari kita berhitung :
- Itik 1.000 ekor jika bertelur dalam sehari 85% maka telur sehari bisa mncapai 850 butir
- Jika per butir harga telur Rp.1.500 maka sehari bisa menghasilkan bruto Rp.1,275,000,-
- Jika kita kalikan 30 hari hasil kotornya adalah Rp.38,250,000,-
Menggiurkan bukan............

Tetapi pada pelaksanaannya tidak semudah itu dan se gampang itu, banyak sekali kendala yang menghadang apalagi sebagai peternak pemula seperti saya. kuncinya dalam usaha itu tidak mudah pantang menyerah dan terus berinovasi dan jangan lupa Berdo'a.






Sunday, 6 January 2013

Beternak itik Petelur


Pakan Itik / Bebek Petelur Ungul Mojosari

MASA / PERIODE
UMUR (MINGGU)
KEBUTUHAN NUTRISI (%) (Kal) PAKAN KOMPLIT / JADI BUTIRAN PAKAN CAMPURAN (%)
PROTEIN KALORI KONS* JAGUNG KATUL

PRE STATER
(0 ~ 2 Mg)
23 2.850 BR 1 (23%) - - -
STARTER
(3 ~ 8 Mg)
21 2.750 ~ 2.800 BR 2 (19 ~ 21%) - - -
GROWER
(9 ~ 12 Mg)
15.5 ~ 16 2.650
25 20 55
DEVELOPER
(13 ~ 16 Mg)
14.5 ~ 15.0 2.550
20 15 65

LAYER I
(17 ~ 50 Mg)
18.5 ~ 19,0 2.750
35 20 45
MASA RONTOK BULU :
Secara umum terjadi selama 4 (empat) minggu. Agar masa rontok bulu sesuai dengan tujuan produksi masa LAYER II, maka sistem rontok bulu SENGAJA DIPAKSAKAN. Dengan teknis pengaturan jumlah & jenis pakan sbb :
*). 4 (empat) hari I diberi pakan 50% jatah.
**). 4 (empat) hari II diberi pakan 25 % jatah
***). 4 (empat) hari III diberi bekatul hanya 30 grm / ek / hr.
****). Selama 7 (tujuh) hari SAMA SEKALI TIDAK DIBERI MAKAN & hanya diberi minum Vitamin.
*****). Selama 7 (tujuh) hari diberi pakan 50% jatah pakan normal.
******). Selanjutnya diberi pakan jatah normal seperti biasanya, dan bebek sdh mulai bertelur kembali.
LAYER II
(55 ~ 70 Mg)
18.5 2.700
35 10 55

*). Konsentrat Bebek dengan kandungan protein 37%
Cttn : Mulai ayam umur 40 minggu campuran pakan ditambah mineral 1~2%

TAMBAHAN

Eceng Gondok sebagai Bahan Pakan Itik Petelur

Ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah. Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak.

Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.

Salah satu alternatif pemanfaatan eceng gondok adalah dimanfaatkan sebagai bahan pakan karena kadar protein kasarnya tinggi (11,2%). Kendalanya adalahi kecernaan nutriennya rendah, sehingga perlu pengolahan, salah satunya dengan fermentasi dengan Aspergilus niger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam amino dan kecernaan nutrien eceng gondok yang difermentasi dengan Aspergilus niger pada itik Tegal jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada asam amino aspartat, dimana asam aspartat daun eceng gondok tanpa fermentasi sebesar 2,03% dan 1,4% pada hasil fermentasi. Kecernaan bahan organik berbeda nyata antara yang difermentasi (37,31%) dan tidak difermentasi (30,15%). Sedangkan kecernaan serat kasar tidak berbeda nyata antaradaun eceng gondok yang difermentasi ( 36,48%) dan yang tidak difermentasi (33,24%). Kesimpulan yang diambil adalah fermentasi daun eceng gondok dengan Aspergillus niger tidak meningkatkan kandungan asam amino dan kecernaan serat kasar, tetapi mampu meningkatkan kecernaan bahan organik pada ternak itik.

Sementara itu, hasil penelitian di BPTP Minahasa Sulsel, menunjukan bahwa selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.

Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi. Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil.
(Dari berbagai sumber)
 

Thursday, 3 January 2013

MEMULAI USAHA BETERNAK ITIK





CARA MEMULAI TERNAK ITIK



Siapa yang tidak kenal ternak itik, ternak ini merupakan ternak yang sudah sangat akrab di dalam kehidupan masyarakat kita. Didaerah perdesaan banyak kita jumpai para petani yang memiliki sambilan memelihara ternak itik. Banyak juga kita jumpai ternak itik yang dipelihara hanya beberapa ekor saja di belakang rumah untuk diambil telurnya baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri. Umumnya para petani memberikan pakan pada itik seadanya saja, jika ada sisa dari nasi yang tidak termakan, maka dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk itik. Disamping itu, dedak hasil dari penggilingan padi menjadi beras juga merupakan pakan utama yang umumnya diberikan kepada ternak itik. Sebagai pemacu produksi telur, maka petani mencarikan keong disawah yang sampai saat ini merupakan hama bagi tanaman pangan terutama padi.
Dilain pihak, ternak itik yang dipelihara dengan skala yang lebih besar, umumnya menggunakan sistem semi intensif. Ternak itik dibuatkan kandang khusus untuk berteduh dan diberikan pakan konsentrat serta air yang cukup. Disamping itu, ternak itik juga diumbar untuk mencari pakan sendiri di daerah persawahan setelah panen selesai. Peternak umumnya sudah mampu mengatur budidaya ternak itiknya dengan populasi kurang lebih 50-400 ekor, walaupun masih perlu dilakukan pembenahan manajemen pemeliharaan untuk meningkatkan produksi telur.
Melihat dari fenomena kebiasaan petani dan peternak kita, sebetulnya kita dapat meraih peluang dari ternak itik sebagai usaha yang dapat memberikan nilai tambah yang tinggi dan bahkan dapat dijadikan sebagai penghasilan utama. Saat ini tinggal bagaimana caranya merumuskan strategi untuk mewujudkan hal tersebut. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam hal ini, seperti pemerintah memberikan kebijakan yang memudahkan dalam pengembangan ternak itik, masyarakat sekitar mendukung dikembangkannya ternak itik di lingkungannya, pedagang memberikan harga beli yang tinggi serta konsumen.
Banyak petani atau peternak dan bahkan orang yang ingin meningkatkan usaha dan memulai usaha ternak itik, tapi kenyataannya hanya ada diangan-angan saja dan belum ada tindak lanjut secara konkrit. Memang hal ini merupakan kendala yang umumnya dihadapi oleh setiap orang yang akan memulai dan merintis sebuah usaha. Banyak terjadi ketakutan dan kekhawatiran akan besarnya modal dan kerugian yang mungkin mereka hadapi. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba memberikan tips bagaimana cara memulai usaha ternak itik. Tips tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Mengevaluasi Sumberdaya yang Dimiliki
Sumberdaya merupakan kekuatan yang harus dimiliki untuk memulai sebuah usaha. Kita harus bisa menganalisa dan mengevaluasi sumberdaya apa saja yang kita miliki yang berhubungan dengan usaha ternak itik. Misalnya kita mempunyai lahan yang cukup dan ketersediaan air melimpah, hal ini merupakan sumberdaya yang dapat dijadikan modal utama dalam mendirikan usaha ternak itik. Sumberdaya lainnya juga perlu dievaluasi seperti sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki. Hal ini sebagai pijakan utama dalam memulai dan merintis usaha ternak itik.
2. Memantau Lingkungan dan Masyarakat
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam merintis sebuah usaha yaitu keadaan lingkungan dan masyarakat sekitar tempat usaha ternak itik yang akan kita bangun. Kita harus mendapat dukungan dan ijin dari masyarakat sekitar mengenai pendirian usaha ternak itik. Pendirian usaha ternak itik seyogyanya didirikan tidak berdekatan dengan tempat fasilitas umum dan pemukiman penduduk. Disamping itu, pengelolaan limbah usaha peternak itik dikelola dan diolah dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Jika limbah diolah dan dikelola dengan baik maka lingkungan akan bersih dan sehat serta masyarakat juga tidak berkeberatan jika diwilayah mereka akan dibangun usaha ternak itik.
3. Membuat Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan analisis yang diperlukan untuk merumuskan strategi yang tepat baik penyusunannya maupun pada prioritas pelaksanaannya. Analisis SWOT menganalisa Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunity) dam Ancaman (Threat) dari rencana usaha yang akan kita jalankan. Berdasarkan analisa SWOT kita dapat merumuskan strategi yang tepat dalam merintis usaha ternak itik.
4. Membuat Proposal Rencana Usaha
Proposal rencana usaha dapat memberikan gambaran mengenai usaha yang akan dijalankan. Proposal usaha sebaiknya memenuhi standar kelayakan proyek. Proposal usaha ini dapat memberikan gambaran mulai dari latar belakang pendirian usaha, aspek teknis, ekonomi, lingkungan, perijinan sampai pada pemasaran.
5. Mendirikan Usaha dan Investasi
Tahap ini merupakan tahap implementasi dari rencana usaha ternak itik. Semua hal yang diperlukan dalam pendirian usaha baik perijinan, pembelian lahan, pendirian bangunan kandang maupun investasi lainnya harus dipersiapkan keberadaanya. Investasi ini harus diperhitungkan dengan matang dan dianalisa secara ekonomi baik secara cash flow maupun finansial.
6. Melakukan Kegiatan Operasional Usaha
Setelah semua hal yang telah dipersiapkan dalam perintisan usaha sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan-bahan dan semua hal yang diperlukan dalam kegiatan operasional usaha. Kegiatan operasional usaha merupakan hal penting yang melandasi berjalannya usaha ternak itik.
7. Pemasaran
Produksi yang tinggi tidak akan berarti jika tidak didukung dengan pamasaran yang baik. Analisa pasar sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan usaha ternak itik. Oleh karena itu, diperlukan analisa pasar, segmentasi pasar dan marketing mix.
8. Evaluasi Usaha
Evaluasi usaha merupakan langkah terakhir yang dilakukan dalam usaha ternak itik. Pada tahap ini dilakukan evaluasi meliputi dari tahap 1 sampai dengan tahap 7.
Penulis telah memberikan tips bagaimana cara memulai dan merintis usaha ternak itik. Saat ini tinggal kemauan kita untuk bangkit menjadi pengusaha ternak itik yang sukses. Orang yang mempunyai kemauan untuk sukses lebih baik dibandingan dengan orang yang tidak mempunyai kemauan untuk sukses. Semoga bermanfaat.

Budidaya Itik




BUDI DAYA TERNAK ITIK PETELUR


1. SEJARAH SINGKAT
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Awalnya bebek berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PERIKANAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. JENIS
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: 
1. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
3. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.
Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT
1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.


5. PERSYARATAN LOKASI
Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari  keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.


6.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu
(1). Perkandangan;
(2). Bibit Unggul;
(3). Pakan Ternak;
(4). Tata Laksana dan
(5). Pemasaran Hasil Ternak.

Penyiapan Sarana dan Peralatan
  1. Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
  2. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
  3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
  4. Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa  tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen
     
  5. Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
  • kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
  • kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
  • kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1. Pemilihan bibit dan calon induk
    Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
  • membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
  • memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
  • membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
2. Perawatan bibit dan calon induk
  1. Perawatan Bibit. -> Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.
  2. Perawatan calon Induk. -> Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.
  3. Reproduksi dan Perkawinan. -> Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).
3. Pemeliharaan
  • Sanitasi dan Tindakan Preventif. -> Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
  • Pengontrol Penyakit. -> Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
  • Pemberian Pakan. -> Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0– 8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
  1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
  2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
  3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
  4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.

Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga
yaitu :
  • umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
  • umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)

  • umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang  dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.
4. Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

7. HAMA DAN PENYAKIT
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
  1. penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
  2. penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
  • Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
  • Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. PANEN
1. Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
2. Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. PASCAPANEN
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk.
Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
  • Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
  • Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
  • Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
  • Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna,jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
  • Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:.
  • Permodalan
  • Modal kerja
  1. Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 ====== Rp108.000.000,-
  2. Biaya kelancaran usaha dan lain-lain ========================= Rp 4.000.000,-
  •  Modal Investasi
  1. Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- ================== Rp 18.000.000,-. Jumlah kebutuhan modal : Rp 130.000.000,- Prasyaratan kredit yang dikehendaki:
  2. Bunga (menurun) 20% /tahun 
  3. Masa tanggung angsuran 1 tahun
  4. Lama kredit 3 tahun
  • Biaya-biaya
  • Biaya kelancaran usaha dan lain-lain ======================= Rp 4.000.000,-
  • Biaya tetap
  • Biaya pengambalian kredit:
  • Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I ============ Rp 14.723.000,-
  • Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II =========== Rp 86.125.000,-
  • Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III ========== Rp 73.125.000,-
  • Biaya penyusutan kandang:
  • biaya penyusutan kandang tahun I ================== Rp 3.600.000,-
  • biaya penyusutan kandang tahun II ================== Rp 3.600.000,-
  • biaya penyusutan kandang tahun III ================= Rp 3.600.000,-
  • Biaya tidak tetap
  •  Biaya pembayaran ransum:
  1. biaya ransum tahun I ============================== Rp 245.700.000,-
  2. biaya ransum tahun II ============================== Rp 453.600.000,-
  3. biaya ransum tahun III ============================= Rp 453.600.000,-
  • Biaya pembayaran itik siap produksi:
  1. pembayaran tahun I =============================== Rp 108.000.000,-
  2. pembayaran tahun II -
  3. pembayaran tahun III -
  • Biaya pembayaran obat-obatan:
  • biaya pembayaran obat-obatan tahun I================== Rp 2.457.000,-
  • biaya pembayaran obat-obatan tahun II ================= Rp 4.536.000,-
  • biaya pembayaran obat-obatan tahun III ================= Rp 4.436.000,-( Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum)
  • Pendapatan
  • Penjualan telur tahun I ================================ Rp 384.749.920,-
  • Penjualan telur tahun II =============================== Rp 615.600.000,-
  • Penjualan telur tahun III =============================== Rp 615.600.000,-
  • Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- ================= Rp 5.700.000,-
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.

11. DAFTAR PUSTAKA
  1. Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998
  2. Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999
  3. Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

Itik Petelur

BETERNAK ITIK PETELUR



Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. Sentra Peternakan

Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. Jenis Itik Petelur

Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. Manfaat

1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

5. Persyaratan Lokasi

Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

6. Pedoman Teknis Budidaya

Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1). Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.

Penyiapan Sarana dan Peralatan

- Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
- Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
- Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang

Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:

1. Kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD

2. Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok

3. Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Kondisi kandang dan perlengkapannya

Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

Pembibitan

Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.

Pemilihan bibit dan calon induk

Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut:
1. Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
2. Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
3. Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

Perawatan bibit dan calon induk

1. Perawatan Bibit

Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan
minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

2. Perawatan calon Induk

Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Reproduksi dan Perkawinan

Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

Pemeliharaan

Sanitasi dan Tindakan Preventif

Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

Pengontrol Penyakit

Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:

1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.

Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
5. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
6. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
7. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

Pemeliharaan Kandang

Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

8. Panen

1. Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik

2. Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. Pascapanen

Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:

1. Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.

2. Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.

3. Pengawetan telur dengan minyak kelapa
Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.

4. Pengawetan telur dengan natrium silikat
Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.

5. Pengawetan telur dengan garam dapur
Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

Friday, 22 April 2011

Mebiasakan Kejujuran dan Meninggalkan Dusta

Kita semua harus mengakui bahwa keadaan kaum muslimin terkhusus di Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jika kita membaca dan mencermati berita ditemukan di sana ada orang berzina, mencuri, korupsi, menyuap dan berbagai kejelekan-kejelekan lainnya dan ternyata pelaku-pelakunya adalah kaum muslimin saudara kita sendiri.
Sungguh ini memprihatinkan. Sebagai bagian dari kaum muslimin tentu kita semuanya harus berupaya dan bertekad untuk berubah menuju kepada yang lebih baik. Tentunya perbaikan yang sesuai dengan syariat agama kita dalam segala sisi kehidupan. Yang kalau itu dibuat dengan kalimat yang ringkas yaitu : Keharusan kaum muslimin di Indonesia ini kembali kepada agamanya dalam semua sisi kehidupannya. Hal ini sebagaimana ucapan imam kaum muslimin imam Malik رحمه الله beliau berkata :

لن يصلح اخر هذه الامة الا بما صلح به اولها

Tidak akan menjadi baik umat yang akhir ini kecuali dengan sesuatu yang telah membuat baik umat yang pertama umat ini.(dinukil dari Atsarul Ibadah fil hayatil Muslim karya Syaikh Muhsin Al ‘Abad Al Badri)

Apa yang telah membuat baik umat Islam yang pertama dulu, tentunya Islam secara keseluruhan sebelum terkontaminasi dengan kesyirikan dan kebid’ahan. Untuk mencapai itu semua tentunya tidak gampang perlu upaya yang serius dan kefahaman yang menyeluruh dari segala pihak terhadap agama yang murni yaitu agama yang telah diamalkan oleh tiga generasi Islam yang pertama yang mereka telah di rekomendasi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabdanya :

اصكم باصحا بى ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم

Aku wasiatkan kalian (untuk mengikuti jalan) para sahabatku kemudian orang-orang sesudah mereka kemudian orang sesudah mereka (HR. Ahmad) .

Diantara nilai-nilai Islam yang mulia adalah kejujuran, maka apabila bangsa indonesia yang notabene mayoritas kaum muslimin harus berupaya menggalakkan kejujuran dalam segala hal, siapapun dan apapun kedudukannya harus berupaya untuk komitmen membangun kejujuran dalam segala sisinya.

Termasuk dalam hal ini ketika bangsa ini menginginkan kebaikan dalam pendidikan yang kata banyak pihak merupakan sektor yang sangat menentukan pembangunan bangsa perlu mencanangkan pendidikan yang di sana ditanamkan nilai-nilai kejujuran dalam segala permasalahannya.

Semuanya harus berani menilai, sudahkah kejujuran itu sebagai nafas dunia pendidikan kita ?

Maka untuk menumbuhkan kecintaan dan komitmen yang kuat terhadap kejujuran berikut ini saya paparkan sebuah tulisan ‘ulama kita, ‘ulama kaum muslimin Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali semoga Allah ta’ala menjaganya. Saya berharap tulisan beliau bermanfaat bagi saya juga kaum muslimin di Indonesia ini terutama dalam dunia pendidikan, digunakan sebagai pijakan oleh siapa saja yang ingin memperbaiki manusia dan pendidikannya. Dan menjadi kemestian bagi setiap Muslim untuk berupaya mengamalkannya.

KEJUJURAN DAN DUSTA SERTA BUAHNYA

Oleh : Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali

Dari Abdullah bin Mas’ud رضىالله عنه berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda

عليكم بالصدق فان الصدق يهدي الى البر وان البر يهدي الى الجنة وما يزال الرجل يصدق ويتحرى الصدق حتى يكتب عند الله صديقا
واياكم والكذب فان الكذب يهدي الى الفجور وان الفجور يهدي الى النار وما يزال الرجل يكذب ويتحر الكذب حتى يكتب عند الله كذابا

“Berpeganglah kalian kepada kejujuran, karena itu akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Senantiasa seorang hamba berbuat jujur dan membiasakan sifat ini hingga dia dicatat di sisi Allah ta’ala sebagai seorang yang shiddiq (jujur). Berhati-hatilah kalian dari dusta,karena dusta itu akan membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Senantiasa seorang hamba berdusta dan membiasakannya hingga dicatat di sisi Allah ta’ala sebagai seorang pendusta”. (Hadits Riwayat Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi, sedangkan lafadznya dari Muslim)

Rawi Hadits : Beliau adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Hubaib Al-Hudzali رضىالله عنه, Abu Abdirrahman. Beliau termasuk As-Sabiqunal Awwalun dan termasuk ulama senior dari kalangan sahabat. Keutamaan beliau banyak ‘Umar رضىالله عنه mengangkat beliau sebagai amir di Kufah. Beliau wafat tahun 32 H di Madinah.

Mufrodat :

عليكم : isim fiil amr (kata benda yang menunjukkan perintah) yang artinya berpeganglah kepada kejujuran.

الصدق : kesesuaian berita dengan fakta

يهدي : menunjukkan dan membimbing

البر : berlapang-lapang dalam mengerjakan kebaikan. Al-bir merupakan suatu isim (kata benda) yang mencakup seluruh kebaikan, dan digunakan untuk amalan yang baik dan terus menerus.

يتحرى : bersandar dan bermaksud

الفجور : bersegera dalam hal kemaksiatan. Al-fujur merupakan isim yang mencakup seluruh kejelekan. Asal katanya adalah robekan yang luas.

اياكم : bentuk peringatan dari kejelekan atau dari hal yang berbahaya

الكذب : berbeda berita dengan fakta

Makna Hadits secara Umum :

ujur adalah suatu akhlak yang mulia dan termasuk pokok keutamaan. Dengan jujur ini kehidupan akan menjadi lurus dan berjalan secara terpuji. Kejujuran akan meninggikan pemiliknya dan akan mengangkat derajarnya di sisi Allah ta’ala maupun manusia. Pemilik sifat jujur ini ucapannya akan dihormati. Dia akan dicintai oleh manusia, sedangkan persaksian dan perkataannya diterima di sisi mereka. Maka hendaknya engkau membiasakan jujur dalam ucapan, aqidah dan perbuatan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang mulia telah membimbing kita kepada suatu masalah yang mendidik lagi agung, yaitu metode pendidikan akhlak, menumbuhkan akhlak dan menguatkannya di dalam jiwa. Metode tersebut yaitu membiasakan diri dengan perkataan yang baik dan perbuatan yang mulia, serta mengerjakan amalan berikutnya setelah amalan yang pertama, amalan ke empat menyusul amalan yang ke tiga, dan amalan ke enam menyusul amalan ke lima, sehingga pengulangan ini akan berpengaruh di dalam dirinya. Setiap kali ia terus menerus mengulang amalan tersebut, maka amalan tersebut makin lekat dan kokoh dalam jiwanya.

Barang siapa yang berusaha mengangkat dirinya kepada kedudukan shiddiqin (orang-orang yang jujur) dan berusaha agar kejujuran itu menjadi akhlaknya, kebiasaan dan tabiatnya, maka hendaklah ia membiasakan untuk jujur dalam ucapan dan perbuatan, dan hendaklah ia mengulang-ulang. Dengan demikian ia akan berakhlak dengan kejujuran dan akan menempati kedudukan shiddiqin dengan pertolongan Allah ta’ala.

Sebagaimana jujur termasuk pokok keutamaan, maka dusta merupakan pokok kehinaan. Dengan dusta bangunan masyarakat akan bercerai-berai dan urusan menjadi tidak teratur. Dusta menjatuhkan pemiliknya di mata manusia. Mereka tidak akan membenarkan ucapannya, tidak mempercayai perbuatannya, dan ucapannya batil. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam memperingatkan dari perbuatan dusta.

Di dalam Al-Qur’anul Karim terdapat banyak ayat yang mencela dusta, menjauhkan manusia darinya dan mengancam dengan siksa yang keras.

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.

(Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka adzab yang pedih.”.(An-Nahl:116-117)

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta. .(An-Nahl:105)

Bukankah syirik dan menjadikan tandingan bagi Allah ta’ala yang merupakan sebesar-besar kejahatan dan dosa merupakan kedustaan ? Dan bukankah kemunafikan yang lebih jelek dari kekafiran yang terang-terangan itu adalah suatu kedustaan ?

Demikian pula berbuat curang dalam bermuamalah, berniat menyelisihi janji, dan riya’ di dalam beramal. Semuanya merupakan bentuk-bentuk kedustaan.

Wahai muslim, jauhilah dusta. Jagalah dirimu agar tidak membiasakan diri berdusta. Karena dusta dan membiasakan diri dengannya serta mengulang-ulangnya, mengandung kebinasaan dan keterjerumusan ke dalam kejelekan yang tidak terkira dalamnya. Karena dusta akan menyeret pemiliknya dan menarik kepada kedudukan orang-orang yang durhaka. Dan sesungguhnya orng-orang yang durhaka itu tempatnya di dalam neraka.

Dan Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (Al-Infithar : 14-15)


Faedah yang Bisa diambil dari Hadits :
1. Kewajiban berpegang kepada kejujuran. Allah ta’ala berfirman :
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.(At-Taubah :119)

2. Di dalam hadits ini terdapat kaidah yang mendidik, yaitu bahwa barangsiapa ingin berakhlak dengan akhlak yang tinggi seperti jujur, sabar dan berani, maka hendaklah ia membiasakannya, mengulang-ulangnya dan menekuninya. Dengan membiasakan jujur dan berpegang kepadanya, dia akan menjadi seorang yang jujur. Dengan melatih kesabaran dan menanggung kesulitan-kesulitan, kesabaran akan menjadi akhlaknya. Dan dengan terus-menerus berbuat hina dan membiasakannya, seorang akan menjadi pendusta dan orang yang hina.

3.Dan di dalam hadits ini juga terdapat peringatan dari dusta dan dari membiasakannya.

4.Kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, sedangkan kejahatan membimbing ke neraka. Semoga Allah ta’ala melindungi kita dari dusta, kejahatan dan neraka.

Sekian Nasehat ‘ulama kita. Semoga Allah ta’ala memudahkan kita semua dapat mengamalkannya. Amin.

Perlu kita renungkan bersama bahwa :

Membangun kejujuran itu tidak perlu biaya hanya membutuhkan komitmen, sudahkan kaum muslimin di negeri ini membiasakan kejujuran dalam dunia pendidikannya ???

Diambil dari buku : 21 Petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam masalah aqidah dan ittiba hadits ke 17’

Penulis Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umar al-Madkhali hafidhahullah

Judul asli Mudzakkiratul Haditsiin Nabawi fil Aqidati wal Ittiba’

Tuesday, 12 April 2011

Kata-kata mutiara islam

•Ada dua perkara yang jika Anda Amalkan, Anda akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat: Menerima sesuatu yang tidak Anda sukai, jika sesuatu itu disukai Allah. Dan membenci sesuatu yang Anda sukai, jika sesuatu itu dibenci oleh Allah.”
(Abu Hazim)
•Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya : (1) memerangi musuh Allah dengan pedang, (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas, (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin, (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung, (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan (6) bersabar saat ditimpa musibah.”
(Yahya bin Muadz)
•Ada tiga golongan orang yang paling menyesal pada hari kiamat : (1) orang yang memiliki budak ketika di dunia, ternyata pada hari kiamat budak tersebut memiliki prestasi amal yang lebih baik darinya, (2) orang yang mempunyai harta tetapi tidak mau bersedekah dengannya sampai ia meninggal dunia, kemudian harta tersebut diwarisi oleh orang yang memanfaatkan harta tersebut untuk bersedekah di jalan Allah, dan (3) orang yang mempunyai ilmu tetapi ia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, lalu ilmu tersebut diketahui oleh orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya.”
(Sufyan bin ‘Uyainah)
•Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.”
(HR Ibnu Majah)
•Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman, ‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’”
(Yunus bin ‘Ubaid)
•Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.”
(HR Abu Daud)
•Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.”
(‘Amir bin ‘Abdi Qais)
•Aku tidak suka menjadi seorang pedagang budak. Akan tetapi, menjadi pedagang budak lebih aku sukai daripada aku menimbun bahan makanan sambil menunggu naiknya harga yang memberatkan sesama muslim.”
(Yazid bin Maisaroh)
•Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tapi tidak benar, maka tidaklah diterima. Jika amal itu benar tapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima kecuali jika dilakukan secara ikhlas. Ikhlas artinya dilakukan hanya karena Allah. Adapun benar artinya adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).”
(Fudhail bin ‘Iyadh)
•Apa pendapat Anda bila ada seseorang yang pakaiannya terkena air kencing, lalu ia hendak mensucikannya dengan air kencing pula? Mungkinkah air kencing itu dapat mensucikannya? Tentu saja tidak! Kotoran tidak dapat disucikan kecuali dengan sesuatu yang suci. Begitu pula halnya keburukan yang pernah kita lakukan, tidak akan dapat terhapus kecuali dengan memperbanyak melakukan kebaikan.”
(Sufyan ats-Tsauri)
•Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina”
(Abu Sulaiman Ad Daroni)
•Apabila Anda berharap agar Allah senantiasa menganugerahkan kepada Anda apa-apa yang Anda cintai dan sukai maka hendaklah Anda senantiasa menjaga dan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah.”
(Salah seorang ahli hikmah)
•Apabila kalian senang Allah ta’ala dan Rasul-Nya mencintai kalian, maka tunaikanlah amanah kalian, dan benarlah jika berbicara, dan bertetanggalah dengan baik kepada tetangga kalian.”
(HR Imam Suyuthi)
•Ayahku pernah mengatakan bahwa apabila ‘Ali bin al-Husain selesai berwudhu dan telah bersiap untuk shalat, tubuhnya akan gemetar dan menggigil. Pernah ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ‘Ali bin al-Husain menjawab, ‘Celakalah Engkau! Tidakkah kau tahu, kepada siapa aku akan menghadap? Dan kepada siapa aku akan bermunajat?’”
(al-’Utaibi)
Semoga bermanfaat.

Friday, 8 April 2011

Kata-kata Mutiara

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Cinta…
Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain
Dan jika anda tidak memilikinya, apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti

Cinta tidak dapat dipaksakan
Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda
Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Tangisan bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan.

Ibaratkanlah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan, oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.

Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai”darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Jika kamu mengerti seperti apa cinta yang tulus, cintailah aku seperti itu. Jangan lebih, sebab hanya cinta seperti itu yang kubutuh.
Jika kamu mengerti seperti apa kasih suci itu, kasihilah diriku, seputih kasih itu, karena hanya putih kasihmu yang kumau.
Jika memang benar kau dan aku ditakdirkan bersatu, maka takkan ada satupun yang bisa memisahkan kita.

Hal terberat yang kita lakukan adalah melihat orang yang kita cintai mencintai orang lain.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Rasa cinta akan semakin terasa ketika kita kehilangan dan sadar bahwa betapa kita telah menyia-nyiakannya.

Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan. Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.

Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja siapa tahu pada suatu hari kelak ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja siapa tahu pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang kau cintai.

Satu-satunya tujuan dalam suatu hubungan adalah belajar bagaimana kita dapat menjadi manusia yang mencinta.

Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu. (Kahlil Gibran)

Jatuh cinta adalah hal yang mudah, memeliharanya pun tak sulit, kesepian manusia sudah cukup menjadi penyebabnya. Yang sulit dicari adalah teman yang kehadirannya terus menerus menjadikan dia orang yang terus diinginkan. (Anna Loise Strong)

Aku mencintaimu bukan karena dirimu, tetapi dikarenakan bagaimana aku ketika bersamamu. (Roy Croft)

Aku tidak pernah tahu bagaimana cara memuja sampai aku mengetahui bagaimana cara mencinta. (Henry Word Beercher)

Dengan sentuhan cinta setiap orang menjadi penyair. (Plato)

Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan. (Art Buchwald)

Cinta bukanlah sumber kebahagiaan tetapi ketiadaan adalah sumber kesedihan. (Russel)

Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian. (Jimi Hendrix)

Mencintai artinya berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan orang yang kita cintai. (GW Von Leibnitz)

Kebahagiaan utama dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. (Victor Huo)

Kita dibentuk dan diperindah oleh apa yang kita cintai. (Johan Wolfgang Von Goethe)

Usia tidak melindungi anda dari cinta, tetapi cinta melindungi anda dari usia. (Jeanne Moureau)

Wednesday, 9 March 2011

UJUNG KULON

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.


Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon baik yang hidup di perairan laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk menembak memangsanya (serangga kecil) yang berada di i daun-daun yang rantingnya menjulur di atas permukaan air.



Dermaga di Pulau Peucang
Rusa (Cervus timorensis)
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.

Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa.
Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.

Cara pencapaian lokasi:
Jakarta - Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta - Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon - Labuan (1 jam) atau Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam).
Labuan - Sumur (2 jam), Sumur - Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan - Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).

MADU UJUNG KULON

Madu odeng atau madu lebah liar adalah salah satu hasil hutan yang bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Ujungkulon.
Harga madu hutan murni cukup mahal di pasaran karena selain rasanya yang khas madu hutan juga dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Musim panen madu hutan yang dilakukan pada musim kemarau menjadikan berburu madu sebagai sumber mata pencaharian alternatif bagi sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Ujungkulon.
Apakah pengeksploitasian madu lebah di Ujungkulon telah menimbulkan kerusakan yang mengancam kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Ujungkulon?
Mari kita simak tulisan seorang aktifis PHMN, kang Eman Sulaeman, berikut ini:

Paradigma Pengelolaan Hutan: Percayakan pengelolaan hutan pada Rakyat !
Jauh sebelum Negara mengelola hutan - baik hutan produksi maupun konservasi - , masyarakat lokal / adat telah lebih dahulu cakap dalam mengelola hutan untuk keseimbangan alam hidup masyarakatnya. Paradigma pengelolaan hutan berbasis masyarakat lokal / adat jelas harus menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan untuk kepentingan bersama. D a n, Pemerintah harus berupaya melaksanakan tugas konservasi dengan menggunakan paradigma pengelolaan hutan berbasis masyarakat lokal / adat.

Seperti yang khalayak ketahui, kondisi hutan di negeri kita telah banyak yang kondisinya rusak. Penyebab terbesarnya adalah karena adanya over eksplorasi sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan industri, konversi lahan hutan menjadi pertambangan, perkebunan, atau objek transmigrasi, kebakaran hutan serta timber ekstraksion dan illegal logging. Beberapa faktor penyebab kerusakan hutan tersebut yang terbesar adalah karena lemahnya penegakan hukum dengan longgarnya pemberian konsesi pengusahaan sumber daya hutan yang tidak terkontrol, korupsi aparatur negara dan kebijakan-kebijakan yang tumpang-tindih dengan memberikan kemudahan bagi pengusaha besar. Maka menjadi tidak heran ketika Dephutbun (2000) mengumumkan laju degradasi hutan di Indonesia mencapai rata-rata 1-1,5 juta Ha yang mengancam seluruh tipe habitat hutan.

Sekali lagi, jauh sebelum negara ini berdiri dan membuat perundang-undangan mengenai pengelolaan hutan, masyarakat lokal sekitar hutan telah lebih dahulu memiliki sistem keyakinan lokal yang sangat ramah lingkungan. Ikatan kesejarahan masyarakat sekitar hutan, telah menciptakan suatu sistem ketergantungan antara kehidupannya dengan sumber daya hutan, menjaga dan merawat hutan bagi masyarakat lokal merupakan kewajiban yang diatur dalam norma sosial mereka. Setidaknya hal tersebut masih terawat pula didalam kehidupan masyarakat Ujung Kulon.

Ngala odeng, meulakan leuweung kolot (mengambil madu, menanami hutan)
Ketergantungan masyarakat Ujung Kulon terhadap sumber daya hutan telah menjadi kesatuan yang utuh dari sistem sosio-ekologi masyarakat. Pengambilan madu di wilayah hutan Ujung Kulon telah berlangsung lama secara turun-temurun untuk menambah penghasilan keluarga disaat tidak mengelola lahan pertaniannya. Pertanian di Ujung Kulon hanya bisa dikelola dikala musim penghujan, sedangkan madu hutan mulai dapat dipanen disaat musim kemarau.

Melalui pendampingan dari PHMN, masyarakat Ujung Kulon yang biasa mengambil madu di hutan mendapat pengetahun pola panen lestari madu hutan dan memperluas jejaring pemasaran. Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) sebagai lembaga jaringan nasional kelompok masyarakat pengelola madu hutan, telah banyak memberikan andil besar dalam peningkatan kapasitas kelompok madu hutan di Ujung Kulon.

Pola panen lestari madu hutan, merupakan bentuk dari gerakan konservasi hutan yang bersumber atas inisiatif rakyat. Kelompok madu hutan Ujung Kulon, saat ini memiliki aturan kelompok, dimana setiap melakukan pemanenan madu hutan diharuskan untuk melakukan penanaman tanaman nectar madu dan tanaman tempat sarang lebah. Pola pemanenan pun dirubah untuk melindungi keberlangsungan koloni lebah madu hutan jenis Apis Dorsata atau dengan nama lokal Odeng, dengan cara tidak mengambil anakan lebah dan menyisakan sedikit bagian madu untuk makanan anakan lebah, sehingga koloni lebah diharapkan dapat terus bertambah tingkat populasinya, mengingat populasi lebah jenis Apis Dorsata di dunia ini terus menurun.

Melalui pengelolaan madu hutan ini, masyarakat Ujung Kulon diharapkan akan dapat menunjukkan partisipasi konkritnya pada perlindungan kawasan hutan Taman Nasional Ujung Kulon, memberikan udara segar bagi umat dunia...Amin

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.

CERITA SEDIKIT..................


Badak Bercula Satu, Lebih Mirip Mitos


Suasana di Pulau Peucang sangat sepi. Tidak terdengar suara apapun selain suara deburan ombak dan bunyi binatang-binatang di hutan. Lokasi Pulau Peucang memang sangat terisolasi, jauh dari keramaian. Tidak ada jalan ataupun perkampungan penduduk. Kota Sumur adalah pemukiman terdekat yang bisa dicapai melalului laut. Sementara jika kita melewati jalan darat, kita baru bisa menemukan pemukiman penduduk dalam waktu dua hari perjalanan. Sarana komunikasipun sangat minim. Tak ada tower base transceiver station, yang ada hanya sebuah tower setinggi 20 meter dengan beberapa antenna televisi. Sarana komunikasi yang tersedia hanya radio frekuensi, tapi itupun hanya dapat digunakan dalam radius skala kilometer. Jika kita kangen dengan Ibu kita di rumah, maka kita bisa menggunakan telepon satellite, tapi kita harus merogoh kocek 20 ribu untuk setiap menitnya.

Tak banyak orang yang tinggal di Pulau ini. Di Pulau ini sendiri hanya ada sekretariat Taman Nasional Pulau Peucang, beberapa barak untuk ditinggali, sebuah ruangan generator set, dan kantin yang kelihatan tidak pernah dipakai lagi. Semua bangunan di sini didesain sebagai rumah panggung. Hal ini untuk melindungi orang yang tinggal di dalamanya dari hewan-hewan liar. Pulau Peucang memang masih sangat perawan. Tak jarang kami menemukan hewan-hewan liar berkeliaran di sekitar tempat kami menginap. Beberapa hewan yang sering mampir ke tempat kami menginap antara lain biawak (panjangnya kira-kira dua meter), babi hutan, makakus (sejenis monyet), dan rusa. Sesekali tampak burung elang terbang dengan sayapnya yang lebar. Kami tinggal bersama dan tidak mengganggu satu sama lainnya.

Kami tinggal dalam sebuah barak berukuran 8 x 5 meter. Sebenarnya ada barak dengan ukuran lebih besar, tapi tentu harganyapun juga besar. Lagi-lagi efisiensi biaya adalah alasan kami memilih barak dengan ukuran yang kecil. Untuk barak sekecil ini saja kita harus membayar 150 ribu perharinya. Dalam barak tersebut hanya ada lima buah kasur berukuran besar. Kasur tersebut kami bagi untuk dipakai ber 13. Cewe satu kasur, sementara sisanya disatukan dan dipakai bersama oleh cowo. Saya sendiri memilih untuk tidur dalam sleeping bag. Kamar mandi yang tersedia pun tidak banyak. Untuk empat buah barak sebesar 8 x 5 meter hanya tersedia 2 buah kamar mandi. Tapi kami cukup beruntung karena saat itu hanya kami yang menginap di sana, jadi kami tidak terlalu kesulitan untuk ke kamar mandi.

Setelah deployed barang di barak kami memutuskan untuk langsung nyebur. Kami hanya melakukan skin dive. Awalnya kami juga ingin sekalian SCUBA dive, tetapi tidak jadi karena ternyata kita harus membawa sendiri semua perlengkapan SCUBA termasuk tabung, terlalu merepotkan. Air laut di pantai pulau ini sangat jernih. Jarak pandang sekitar 15 meter. Tapi sayang, hari itu arusnya sangat kuat. Jika kita diam didalam air, maka kita bisa terseret dengan kecepatan 0,5 meter per detik. Belum lagi ditambah sengatan ubur-ubur yang membuat kulit menjadi merah-merah. Jadi hari itu kami putuskan untuk bermain-main air saja disekitar dermaga.

Tidak terasa matahari sudah diatas ubun-ubun. Perut kami pun terasa lapar. Akhirnya kami putuskan untuk makan siang. Di Pulau ini sama sekali tidak ada orang berjualan apa-apa, apalagi berjualan makanan. Kantin yang ada saja sudah lama dikunci dan tidak pernah dipakai lagi. Untuk bertahan hidup di Pulau Peucang, kami harus membawa semua kebutuhan kami dari Sumur. Kami membawa telur 3 kg, ikan tongkol 40 ekor, beras 20 liter, aqua 3 galon, minyak goreng 2 kg, minyak tanah15 liter, satu botol kecap dan satu botol sambel. Semua hajat hidup kami tersebut kami letakkan di kapal nelayan yang kami sewa dari Pak Matang. Di kapal tersebut ada satu orang nakhoda dan dua orang anak buah kapal. Merekalah yang mengurusi kami selama di Pulau Peucang, termasuk memasak nasi dan menggoreng ikan dan telor. Untuk semua itu kami membayar 2, 5 juta untuk 2 hari tiga malam kepada Pak Matang.

Agenda sore hari adalah jalan-jalan ke sabana untuk melihat Banteng, rusa dan kalau beruntung melihat badak bercula satu. Untuk mencapai sabana tersebut kami harus menyebrang ke Pulau Jawa. Kalau dilihat di peta, kami benar-beran berada di ujung semenanjung Ujung Kulon. Di pulau jawa hanya ada satu dermaga dan satu pos penjaga yang kosong. Untuk pergi kesana, kami ditemani oleh Pak Tumina. Seorang penjaga taman nasional yang telah mengabdi selama 10 tahun.

Di Pulau Jawa, kami berjalan menyusuri hutan. Nyamuk hutan pasti sangat senang saat itu, karena ada 13 orang bodoh yang masuk hutan dengan pakaian pantai dan sama sekali tidak menggunakan autan, soffel, atau obat nyamuk lainnya. Selama perjalanan Pak Tumina bayak memberikan informasi kepada kami baik tentang tumbuhan ataupun tentang hewan. Kata Beliau di hutan ini hewan-hewan yang ada antara lain, rusa, biawak, babi hutan, makakus, banteng, burung merak, macan kumbang dan tentunnya badan berucula satu.

Seperti rombongan-rombongan wisatawan lainnya, saat itu kami tidak bertemu badak bercula satu. Hewan ini sepertinya lebih mirip mitos ketimbang seekor hewan yang dilindungi. Orang-orang banyak membincangkannya, akan tetapi sangat jarang sekali yang melihatnya. Pak Tumina saja yang sudah 10 tahun bekerja di sini belum tentu bisa melihat badak ini dalam waktu sekali dalam setahun. Banyak LSM-LSM yang menginap berbulan-bulan di hutan hanya untuk melihat badak, tapi itu pun belum tentu bisa terlihat. Pernah dalam acara televisi Jejak Petualangan, di perlihatkan bahwa untuk mendapatkan foto badak harus dengan menggunakan motion sensor yang diletakkan berhari-hari di dalam hutan.

Padahal menurut Pak Matang, jumlah badak di sini masih sekita 40 samapai 50 ekor lagi. Angka tersebut ditapat dari sensus badak yang dilakukan setahun yang lalu. Ternyata untuk melakukan sensusnya saja, kita juga belum tentu bisa bertemnu badak. Sensus dilakukan dengan transect terhadap jejak kaki badak. Transect dilakukan di beberapa lokasi sampel dan kemudian hasilnya dibandingkan. Setelah data diolah dengan berbagai perhitungan probabilitas dan statistik maka diperolehlah angka 40 hingga 50 ekor. Penyebab langkanya badak adalah karena mereka hidup soliter. Sangat kecil kemungkinan badak jantan dan betina akan bertemu. Hal ini adalah salah satu faktor sedikitnya populasi badak. Belum lagi masa kehamilan yang relatif lama.

Setelah 20 menit berjalan kaki, akhirnya kami tiba di sabana. Sabana tersebut tidak begitu luas dibandingkan denga yang ada di Nusa Tenggara. Mungkin luasnnya maksimal 10 hektar. Disana hanya ada satu saung dan satu menara pandang yang lagi-lagi kosong. Dari kejauhan kami melihat belasan ekor banteng sedang mencari makan di sabana. Banteng jantan tampak berbeda dari yang lainnya, berwarna hitam, tubuhnya lebih besar, tanduknya pun panjang, gagah sekali. Disana kami mengambil beberapa foto banteng. Akan tetapi sangat disayangkan, mengingat kebanyakan kami dibesarkan di kota, maka kami tidak mengerti sopan santun di alam liar. Kami (baca : saya) mendekat ke arah banteng, dan dengan seenaknya teriak-teriak. Tentu saja akhirnya banteng-bangteng tersebut menyadari kehadiran kami disana. Dan tak berapa lama kemudian mereka semua kabur ke hutan. Setelah metreka kabur, dengan seenaknya kami malah duduk-duduk di padang sabana dan bercerita 17 tahun keatas sambil berteriak-teriak dan tertawa-tawa. Benar-benar tidak punya sopan santun dan rasa empati terhadap banteng.

Setelah puas melihat-lihat di sabana, kami pun pulang. Kami pulang lewat jalur berbeda dengan sewaktu kami datang. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk menikmati sunset di pantai Pulau Jawa. Matahari tampak begitu kuning di ujung barat sana. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto. Sekitar pukul 18.00 kami pulang kembali ke Pulau Peucang.


Hari sudah mulai gelap ketika kapal kami merapat ke dermaga di Pulau Peucang. Pulau Peucang pun tampak sangat sepi dan gelap. Listrik yang tersedia di Pulau Peucang sangat terbatas. Listrik di pulau ini hanya di pasok oleh generator set dan beberapa panel surya. Siang hari listrik dimatikan. Jika malam hari tiba, generator dinyalakan. Listrik yang dihasilkan oleh generator juga tidak begitu besar, mungkin hanya beberapa ribu watt, cukup kecil untuk menghidupkan sebuah pulau. Di barak kami sendiri hanya ada sebuah lampu kuning redup yang cahaya sangat tidak cukup untuk menerangi ruangan berukuran 8 x 5 meter. Mata kita akan terasa sakit jika membaca di dalamnya. Di barak kami pun sama sekali tidak ada stop kontak (colokan ke jala-jala). Jika ingin meng-charge handphone atau baterai kamera, kita harus pergi ke ruang sekretariat taman nasional. Tidak ada sama sekali lampu di luar ruangan. Untuk berjalan ke kamar mandi yang jaraknya sekita 10 meter dari barak, kami harus membawa lampu minyak tanah atau senter.

Malam itu seperti biasa menu makan kami adalah telur mata sapi dan ikan tongkol goreng. Seperti biasa juga kami makan di atas kapal nelayan Pak Matang. Yah inilah kapal pesiar kami selama di unjung kulon. Sebagian besar waktu kami habiskan disini. Telur dan ikan tongkol digoreng dengan bumbu seadanya, mungkin hanya garam. Orang yang memasak juga bukan chef seperti di hotel-hotel berbintang, tapi hanyalah seorang anak buah kapal yang saat itu dipaksa memasak. Sederhana memang, tapi entah kenapa sungguh nikmat rasanya. Makan bersama di tengah kegelapan dengan hanya diterangi sebuah lampu minyak tanah. Makan sayapun sangat lahap. Memang ternyata kenikmatan tidak bisa diukur dari materi. Banyak orang hidup dalam kesederhanaan tapi justru bisa menikmati hidup jauh lebih baik dibandingkan orang yang hidup bergelimang kemewahan.

Selesai makan secara bergantian kami mandi. Biasnaya cewe-cewe mendapat kesempatan lebih dahulu. Tetapi saat itu saya, Indra dan Ratum tetap tinggal di kapal. Kami bertiga duduk-duduk di sisi kiri kapal. Dengan ditemani sebatang garpit kami pun ngobrol. Suasana malam itu memang tiada duanya. Duduk, diam, tidak mengerjakan apapun selain menatap laut yang sunyi. Pikiran sayapun sangat rileks. Tidak lagi terpikirkan bahwa saya tidak lulus kuliah analisis numerik dan medan elektromagnetik. Inilah yang dinamakan liburan sejati.

Pada malam hari tidak banyak yang bisa kami lakukan. Hal ini dikarenakan tidak ada apa-apa di Pulau Peucang. Apalagi listrik yang tersedia di sini sangat terbatas. Jangan kan untuk menyalakan sebuah televisi, untuk men-charge handphone saja sulit. Jam 8 malam disini terasa seperti jam 12 malam di Bandung, sudah sangat sepi dan sunyi. Malam itu akhirnya kami bermain kartu. Ratum yang menjadi juragan kartu memimpin permainan. Entah permainan apa yang dimainkan. Saya sendiri sangat cupu dalam hal kartu mengartu. Oleh karena itu saya putuskan untuk menyusul Asri yang telah tidur lebih dahulu.

Keesokan harinya kami bangun sekitar pukul setengah 5 pagi. Secara bergantian kamipun solat subuh. Entah mengapa solat subuh saya terasa lebih khusuk ketika itu. Suana pagi itu agak mendung. Hujan rintik-rintik masih berjatuhan dari langit. jika dilihat sekilas laut di depan sisi Pulau Peucang yang kami tinggali lebih mirip danau dibandingkan laut. Kita tidak akan bisa melihat garis cakrawala jika melihat ke laut, yang terlihat justru daratan Pulau Jawa. Pulau Jawa dan Pulau Peucang dipisahkan oleh sebuah selat yang sangat kecil. Lebarnya sekitar dua kali lipat sungai-sungai yang ada di Kalimantan. Mungkin ini sebabnya arus di sana cukup kencang. Sesuai hukum fisika, kecepatan fluida akan berbanding terbalik dengan luas penampang dengan sarat debitnya konstan. Menurut BapakTumina saat itu sedang mengalir arus laut dari utara ke selatan.