Cari blog ini

Thursday, 3 January 2013

MEMULAI USAHA BETERNAK ITIK





CARA MEMULAI TERNAK ITIK



Siapa yang tidak kenal ternak itik, ternak ini merupakan ternak yang sudah sangat akrab di dalam kehidupan masyarakat kita. Didaerah perdesaan banyak kita jumpai para petani yang memiliki sambilan memelihara ternak itik. Banyak juga kita jumpai ternak itik yang dipelihara hanya beberapa ekor saja di belakang rumah untuk diambil telurnya baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri. Umumnya para petani memberikan pakan pada itik seadanya saja, jika ada sisa dari nasi yang tidak termakan, maka dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk itik. Disamping itu, dedak hasil dari penggilingan padi menjadi beras juga merupakan pakan utama yang umumnya diberikan kepada ternak itik. Sebagai pemacu produksi telur, maka petani mencarikan keong disawah yang sampai saat ini merupakan hama bagi tanaman pangan terutama padi.
Dilain pihak, ternak itik yang dipelihara dengan skala yang lebih besar, umumnya menggunakan sistem semi intensif. Ternak itik dibuatkan kandang khusus untuk berteduh dan diberikan pakan konsentrat serta air yang cukup. Disamping itu, ternak itik juga diumbar untuk mencari pakan sendiri di daerah persawahan setelah panen selesai. Peternak umumnya sudah mampu mengatur budidaya ternak itiknya dengan populasi kurang lebih 50-400 ekor, walaupun masih perlu dilakukan pembenahan manajemen pemeliharaan untuk meningkatkan produksi telur.
Melihat dari fenomena kebiasaan petani dan peternak kita, sebetulnya kita dapat meraih peluang dari ternak itik sebagai usaha yang dapat memberikan nilai tambah yang tinggi dan bahkan dapat dijadikan sebagai penghasilan utama. Saat ini tinggal bagaimana caranya merumuskan strategi untuk mewujudkan hal tersebut. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam hal ini, seperti pemerintah memberikan kebijakan yang memudahkan dalam pengembangan ternak itik, masyarakat sekitar mendukung dikembangkannya ternak itik di lingkungannya, pedagang memberikan harga beli yang tinggi serta konsumen.
Banyak petani atau peternak dan bahkan orang yang ingin meningkatkan usaha dan memulai usaha ternak itik, tapi kenyataannya hanya ada diangan-angan saja dan belum ada tindak lanjut secara konkrit. Memang hal ini merupakan kendala yang umumnya dihadapi oleh setiap orang yang akan memulai dan merintis sebuah usaha. Banyak terjadi ketakutan dan kekhawatiran akan besarnya modal dan kerugian yang mungkin mereka hadapi. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba memberikan tips bagaimana cara memulai usaha ternak itik. Tips tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Mengevaluasi Sumberdaya yang Dimiliki
Sumberdaya merupakan kekuatan yang harus dimiliki untuk memulai sebuah usaha. Kita harus bisa menganalisa dan mengevaluasi sumberdaya apa saja yang kita miliki yang berhubungan dengan usaha ternak itik. Misalnya kita mempunyai lahan yang cukup dan ketersediaan air melimpah, hal ini merupakan sumberdaya yang dapat dijadikan modal utama dalam mendirikan usaha ternak itik. Sumberdaya lainnya juga perlu dievaluasi seperti sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki. Hal ini sebagai pijakan utama dalam memulai dan merintis usaha ternak itik.
2. Memantau Lingkungan dan Masyarakat
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam merintis sebuah usaha yaitu keadaan lingkungan dan masyarakat sekitar tempat usaha ternak itik yang akan kita bangun. Kita harus mendapat dukungan dan ijin dari masyarakat sekitar mengenai pendirian usaha ternak itik. Pendirian usaha ternak itik seyogyanya didirikan tidak berdekatan dengan tempat fasilitas umum dan pemukiman penduduk. Disamping itu, pengelolaan limbah usaha peternak itik dikelola dan diolah dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Jika limbah diolah dan dikelola dengan baik maka lingkungan akan bersih dan sehat serta masyarakat juga tidak berkeberatan jika diwilayah mereka akan dibangun usaha ternak itik.
3. Membuat Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan analisis yang diperlukan untuk merumuskan strategi yang tepat baik penyusunannya maupun pada prioritas pelaksanaannya. Analisis SWOT menganalisa Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunity) dam Ancaman (Threat) dari rencana usaha yang akan kita jalankan. Berdasarkan analisa SWOT kita dapat merumuskan strategi yang tepat dalam merintis usaha ternak itik.
4. Membuat Proposal Rencana Usaha
Proposal rencana usaha dapat memberikan gambaran mengenai usaha yang akan dijalankan. Proposal usaha sebaiknya memenuhi standar kelayakan proyek. Proposal usaha ini dapat memberikan gambaran mulai dari latar belakang pendirian usaha, aspek teknis, ekonomi, lingkungan, perijinan sampai pada pemasaran.
5. Mendirikan Usaha dan Investasi
Tahap ini merupakan tahap implementasi dari rencana usaha ternak itik. Semua hal yang diperlukan dalam pendirian usaha baik perijinan, pembelian lahan, pendirian bangunan kandang maupun investasi lainnya harus dipersiapkan keberadaanya. Investasi ini harus diperhitungkan dengan matang dan dianalisa secara ekonomi baik secara cash flow maupun finansial.
6. Melakukan Kegiatan Operasional Usaha
Setelah semua hal yang telah dipersiapkan dalam perintisan usaha sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan-bahan dan semua hal yang diperlukan dalam kegiatan operasional usaha. Kegiatan operasional usaha merupakan hal penting yang melandasi berjalannya usaha ternak itik.
7. Pemasaran
Produksi yang tinggi tidak akan berarti jika tidak didukung dengan pamasaran yang baik. Analisa pasar sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan usaha ternak itik. Oleh karena itu, diperlukan analisa pasar, segmentasi pasar dan marketing mix.
8. Evaluasi Usaha
Evaluasi usaha merupakan langkah terakhir yang dilakukan dalam usaha ternak itik. Pada tahap ini dilakukan evaluasi meliputi dari tahap 1 sampai dengan tahap 7.
Penulis telah memberikan tips bagaimana cara memulai dan merintis usaha ternak itik. Saat ini tinggal kemauan kita untuk bangkit menjadi pengusaha ternak itik yang sukses. Orang yang mempunyai kemauan untuk sukses lebih baik dibandingan dengan orang yang tidak mempunyai kemauan untuk sukses. Semoga bermanfaat.

No comments: