CARA
MEMULAI TERNAK ITIK
Siapa yang tidak kenal ternak itik, ternak ini merupakan ternak yang
sudah sangat akrab di dalam kehidupan masyarakat kita. Didaerah perdesaan
banyak kita jumpai para petani yang memiliki sambilan memelihara ternak itik.
Banyak juga kita jumpai ternak itik yang dipelihara hanya beberapa ekor saja di
belakang rumah untuk diambil telurnya baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi
sendiri. Umumnya para petani memberikan pakan pada itik seadanya saja, jika ada
sisa dari nasi yang tidak termakan, maka dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk
itik. Disamping itu, dedak hasil dari penggilingan padi menjadi beras juga
merupakan pakan utama yang umumnya diberikan kepada ternak itik. Sebagai pemacu
produksi telur, maka petani mencarikan keong disawah yang sampai saat ini
merupakan hama
bagi tanaman pangan terutama padi.
Dilain pihak, ternak itik yang dipelihara dengan skala yang lebih
besar, umumnya menggunakan sistem semi intensif. Ternak itik dibuatkan kandang
khusus untuk berteduh dan diberikan pakan konsentrat serta air yang cukup.
Disamping itu, ternak itik juga diumbar untuk mencari pakan sendiri di daerah
persawahan setelah panen selesai. Peternak umumnya sudah mampu mengatur
budidaya ternak itiknya dengan populasi kurang lebih 50-400 ekor, walaupun
masih perlu dilakukan pembenahan manajemen pemeliharaan untuk meningkatkan
produksi telur.
Melihat dari fenomena kebiasaan petani dan peternak kita, sebetulnya
kita dapat meraih peluang dari ternak itik sebagai usaha yang dapat memberikan
nilai tambah yang tinggi dan bahkan dapat dijadikan sebagai penghasilan utama.
Saat ini tinggal bagaimana caranya merumuskan strategi untuk mewujudkan hal
tersebut. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam
hal ini, seperti pemerintah memberikan kebijakan yang memudahkan dalam
pengembangan ternak itik, masyarakat sekitar mendukung dikembangkannya ternak
itik di lingkungannya, pedagang memberikan harga beli yang tinggi serta
konsumen.
Banyak petani atau peternak dan bahkan orang yang ingin meningkatkan
usaha dan memulai usaha ternak itik, tapi kenyataannya hanya ada diangan-angan
saja dan belum ada tindak lanjut secara konkrit. Memang hal ini merupakan
kendala yang umumnya dihadapi oleh setiap orang yang akan memulai dan merintis
sebuah usaha. Banyak terjadi ketakutan dan kekhawatiran akan besarnya modal dan
kerugian yang mungkin mereka hadapi. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba
memberikan tips bagaimana cara memulai usaha ternak itik. Tips tersebut yaitu
sebagai berikut:
1.
Mengevaluasi Sumberdaya yang Dimiliki
Sumberdaya merupakan kekuatan yang harus dimiliki untuk memulai sebuah
usaha. Kita harus bisa menganalisa dan mengevaluasi sumberdaya apa saja yang
kita miliki yang berhubungan dengan usaha ternak itik. Misalnya kita mempunyai
lahan yang cukup dan ketersediaan air melimpah, hal ini merupakan sumberdaya
yang dapat dijadikan modal utama dalam mendirikan usaha ternak itik. Sumberdaya
lainnya juga perlu dievaluasi seperti sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
yang dimiliki. Hal ini sebagai pijakan utama dalam memulai dan merintis usaha
ternak itik.
2.
Memantau Lingkungan dan Masyarakat
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam merintis sebuah usaha yaitu
keadaan lingkungan dan masyarakat sekitar tempat usaha ternak itik yang akan
kita bangun. Kita harus mendapat dukungan dan ijin dari masyarakat sekitar
mengenai pendirian usaha ternak itik. Pendirian usaha ternak itik seyogyanya
didirikan tidak berdekatan dengan tempat fasilitas umum dan pemukiman penduduk.
Disamping itu, pengelolaan limbah usaha peternak itik dikelola dan diolah
dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Jika limbah
diolah dan dikelola dengan baik maka lingkungan akan bersih dan sehat serta
masyarakat juga tidak berkeberatan jika diwilayah mereka akan dibangun usaha
ternak itik.
3.
Membuat Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan analisis yang diperlukan untuk merumuskan
strategi yang tepat baik penyusunannya maupun pada prioritas pelaksanaannya.
Analisis SWOT menganalisa Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknesses), Peluang
(Opportunity) dam Ancaman (Threat) dari
rencana usaha yang akan kita jalankan. Berdasarkan analisa SWOT kita dapat
merumuskan strategi yang tepat dalam merintis usaha ternak itik.
4.
Membuat Proposal Rencana Usaha
Proposal rencana usaha dapat memberikan gambaran mengenai usaha yang
akan dijalankan. Proposal usaha sebaiknya memenuhi standar kelayakan proyek.
Proposal usaha ini dapat memberikan gambaran mulai dari latar belakang
pendirian usaha, aspek teknis, ekonomi, lingkungan, perijinan sampai pada
pemasaran.
5.
Mendirikan Usaha dan Investasi
Tahap ini merupakan tahap implementasi dari rencana usaha ternak itik.
Semua hal yang diperlukan dalam pendirian usaha baik perijinan, pembelian
lahan, pendirian bangunan kandang maupun investasi lainnya harus dipersiapkan
keberadaanya. Investasi ini harus diperhitungkan dengan matang dan dianalisa
secara ekonomi baik secara cash flow maupun finansial.
6.
Melakukan Kegiatan Operasional Usaha
Setelah semua hal yang telah dipersiapkan dalam perintisan usaha sudah
dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan-bahan dan semua hal
yang diperlukan dalam kegiatan operasional usaha. Kegiatan operasional usaha
merupakan hal penting yang melandasi berjalannya usaha ternak itik.
7.
Pemasaran
Produksi yang tinggi tidak akan berarti jika tidak didukung dengan
pamasaran yang baik. Analisa pasar sangat diperlukan dalam menunjang
keberhasilan usaha ternak itik. Oleh karena itu, diperlukan analisa pasar,
segmentasi pasar dan marketing mix.
8.
Evaluasi Usaha
Evaluasi usaha merupakan langkah terakhir yang dilakukan dalam usaha
ternak itik. Pada tahap ini dilakukan evaluasi meliputi dari tahap 1 sampai
dengan tahap 7.
Penulis telah memberikan tips bagaimana cara memulai dan merintis
usaha ternak itik. Saat ini tinggal kemauan kita untuk bangkit menjadi
pengusaha ternak itik yang sukses. Orang yang mempunyai kemauan untuk sukses
lebih baik dibandingan dengan orang yang tidak mempunyai kemauan untuk sukses.
Semoga bermanfaat.



No comments:
Post a Comment